*A part of Maher Zain's song about mother from his new album
Maher Zain - Mother (Mama) Song
Lyrics: Mother Song - Mama Song
Ooooh
If I could
Turn back time rewind if I could
Make it on done i swear that I would
I would make it up to you
Ooooh
If I could
Turn back time rewind if I could
Make it on done i swear that I would
I would make it up to you
Mama I'm grown up know
It's a bright new day
I would like to put a smile in your face everyday
Mama i'm grown up know
And if it's not too late
I would like to put a smile in your face everyday
Alunan Nasuha
Friday, May 6, 2011
Wednesday, May 4, 2011
please go ('_')
"Pada satu jiwa ingin aku bercerita tentang pahit manis perjalananku..
semoga engkau tetap terbaik dan terindah yang aku temui dalam hidupku..
aku jua selalu berharap untuk menemukan kebahagiaan bersamamu sebelum pengakhiranku seperti janji setia pepohonan yang meneduhkan alam ini..
semoga Allah menyampaikan ini kepadamu.."
salam manis,
ammarnaufal
semoga engkau tetap terbaik dan terindah yang aku temui dalam hidupku..
aku jua selalu berharap untuk menemukan kebahagiaan bersamamu sebelum pengakhiranku seperti janji setia pepohonan yang meneduhkan alam ini..
semoga Allah menyampaikan ini kepadamu.."
salam manis,
ammarnaufal
"wanita"
...Kebangsawanan, hartawan, dan rupawan bukanlah nilai ukuran semata-mata...
tetapi..
* Kebangsawanan pada kerendahan hatinya..
* Kekayaan pada budi bahasanya..
* Rupawan pada akhlaknya..
dan..
* Ketaqwaan yang sujud pada Illahi..
jika ini adalah nilaianmu, nescaya beruntunglah kedua-dua tanganmu..
kekal setia buat selamanya..
tetapi..
* Kebangsawanan pada kerendahan hatinya..
* Kekayaan pada budi bahasanya..
* Rupawan pada akhlaknya..
dan..
* Ketaqwaan yang sujud pada Illahi..
jika ini adalah nilaianmu, nescaya beruntunglah kedua-dua tanganmu..
kekal setia buat selamanya..
Ya Rasulullah
Suasana di majlis pertemuan itu hening sejenak. Semua yang hadir diam membatu. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi Saidina Abu Bakar.
Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan demikian.
Seulas senyuman yang sedia terukir dibibirnya pun terungkai.
Wajahnya yang tenang berubah warna.
"Apakah maksudmu berkata demikian wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu? " Saidina Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut fikiran.
"Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku (ikhwan)," suara Rasulullah bernada rendah.
"Kami juga ikhwanmu, wahai Rasulullah," kata seorang sahabat yang lain pula.
Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum.
Kemudian baginda bersuara, "Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasulullah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka."
Pada ketika yang lain pula, Rasulullah menceritakan tentang keimanan 'ikhwan' baginda: "Siapakah yang paling ajaib imannya?" tanya Rasulullah.
"Malaikat," jawab sahabat.
"Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah sedangkan mereka sentiasa hampir dengan Allah," jelas Rasulullah.
Para sahabat terdiam seketika. Kemudian mereka berkata lagi, "Para nabi."
"Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka."
"Mungkin kami," celah seorang sahabat.
"Bagaimana kamu tidak beriman sedangkan aku berada ditengah-tengah kau," pintas Rasulullah menyangkal hujah sahabatnya itu.
"Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih mengetahui," jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.
"Kalau kamu ingin tahu siapa mereka? Mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku," jelas Rasulullah.
"Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka," ucap Rasulullah lagi setelah seketika membisu.
Ada berbaur kesayuan pada ucapannya itu.
Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan demikian.
Seulas senyuman yang sedia terukir dibibirnya pun terungkai.
Wajahnya yang tenang berubah warna.
"Apakah maksudmu berkata demikian wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu? " Saidina Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut fikiran.
"Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku (ikhwan)," suara Rasulullah bernada rendah.
"Kami juga ikhwanmu, wahai Rasulullah," kata seorang sahabat yang lain pula.
Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum.
Kemudian baginda bersuara, "Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasulullah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka."
Pada ketika yang lain pula, Rasulullah menceritakan tentang keimanan 'ikhwan' baginda: "Siapakah yang paling ajaib imannya?" tanya Rasulullah.
"Malaikat," jawab sahabat.
"Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah sedangkan mereka sentiasa hampir dengan Allah," jelas Rasulullah.
Para sahabat terdiam seketika. Kemudian mereka berkata lagi, "Para nabi."
"Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka."
"Mungkin kami," celah seorang sahabat.
"Bagaimana kamu tidak beriman sedangkan aku berada ditengah-tengah kau," pintas Rasulullah menyangkal hujah sahabatnya itu.
"Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih mengetahui," jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.
"Kalau kamu ingin tahu siapa mereka? Mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku," jelas Rasulullah.
"Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka," ucap Rasulullah lagi setelah seketika membisu.
Ada berbaur kesayuan pada ucapannya itu.
Wednesday, March 16, 2011
thank You, Allah
Allah..
You created everything
we belong to You
Ya Robb,
we raise our hands
forever we thank You..
You created everything
we belong to You
Ya Robb,
we raise our hands
forever we thank You..
thank You, Allah
i was so far from You
yet to me You're always so close
i wandered lost in the dark
i closed my eyes toward the signs
You put in my way
i walked everyday
further and further away from You
Allah..
You brought me home
i thank you with every breath i take
Alhamdulillah..
all praises to Allah..
i never thought about
all the things You've given to me
i never thanked You once
i was too proud to see the truth
and prostrate to You
until i took the first step
and that's when You opened the doors to me
now, Allah..
i realized what i was missing
by being far from You
Alhamdulillah..
all praises to Allah..
Allah...
i wanna thank You
i wanna thank You for all the things that You've done
You've done for me through all my years i've been lost
You've guided me from all the ways that were wrong
and did You've give me hope
Allah...
i wanna thank You
i wanna thank You for all the things that You've done
You've done for me through all my years i've been lost
You've guided me from all theways that were wrong
i wanna thank You..
for bringing me home..
Alhamdulillah..
Alhamdulillah..
all praises to Allah..
all praises to Allah..
yet to me You're always so close
i wandered lost in the dark
i closed my eyes toward the signs
You put in my way
i walked everyday
further and further away from You
Allah..
You brought me home
i thank you with every breath i take
Alhamdulillah..
all praises to Allah..
i never thought about
all the things You've given to me
i never thanked You once
i was too proud to see the truth
and prostrate to You
until i took the first step
and that's when You opened the doors to me
now, Allah..
i realized what i was missing
by being far from You
Alhamdulillah..
all praises to Allah..
Allah...
i wanna thank You
i wanna thank You for all the things that You've done
You've done for me through all my years i've been lost
You've guided me from all the ways that were wrong
and did You've give me hope
Allah...
i wanna thank You
i wanna thank You for all the things that You've done
You've done for me through all my years i've been lost
You've guided me from all theways that were wrong
i wanna thank You..
for bringing me home..
Alhamdulillah..
Alhamdulillah..
all praises to Allah..
all praises to Allah..
Subscribe to:
Posts (Atom)